Batman Begins - Help Select Kuliner Khas Pasuruan

Jumat, 12 Desember 2014

Nikmatnya Sate kerang dan Es Degan ijo Pasuruan

Jalan-jalan ke kota Pasuruan pesisir tidak lengkap kalau belum mencicipi masakan khas Pasuruan. Pasuruan merupakan salah satu kota Pelabuhan di Jawa Timur. Salah satu makanan khas pasuruan adalah sate kerang dan es degan ijo. Pedagang sate kerang dan degan hijau dapat di temui di sepanjang jalan Ir. Juanda, Pasar Kraton dan beberapa tempat daerah Pasuruan.

Sate Kerang

Sate kerang merupakan makanan yang kaya manfaat. .Seperti halnya saat aku jalan-jalan ke kota Pandaan, akan menjumpai menu sate kerang di warung bakso dan mie ayam. Namanya juga makanan Khas Pasuruan, jadi di setiap pelosok daerah Pasuruan ada. Di warung bakso dan mie ayam jalan raya surabaya-Malang ini contohnya, pengunjung biasa menikmati sate kerang dengan mie ayam . Kerang adalah bahan makanan hewani laut yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tahu bahwa Nutrisi Untuk Bangsa (NUB) mengadakan lomba blog Writing competition dengan tema “Kekayaan Gizi Daerah Pesisir. berikut ini info Writing Competition tema “Kekayaan Gizi Daerah Pesisir.

Kandungan gizi dan manfaat dari makanan dan minuman Khas Pasuruan ini.

kandungan kerang atara lain : energi sebesar 59 kilokalori, protein 8 gram, karbohidrat 3,6 gram, lemak 1,1 gram, kalsium 133 miligram, fosfor 170 miligram, dan zat besi 3 miligram. Selain itu di dalam Kerang juga terkandung vitamin A sebanyak 300 IU, vitamin B1 0,01 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Kerang, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 20 %.

kerang mengandung vitamin B12. Basah purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat. kolesterol sebanyak 67mg dalam setiap 100gr. konsumsi kolesterol normal harian sebesar 30 0mg. Kerang sebaiknya di olah denga di rebus, di kukus, di panggang. Digoreng akan mengurangi nutrisi dan manfaat terbaik dari kerang untuk kesehatan tubuh.

Kandungan kerang atara lain : energi sebesar 59 kilokalori, protein 8 gram, karbohidrat 3,6 gram, lemak 1,1 gram, kalsium 133 miligram, fosfor 170 miligram, dan zat besi 3 miligram. Selain itu di dalam Kerang juga terkandung vitamin A sebanyak 300 IU, vitamin B1 0,01 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Kerang, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 20 %.

Mengkonsumsi kerang mentah beresiko karena kerang dalam keadaan mentah dapat terkontaminasi bekteri vibrio vulnivicus. Kerang yang sudah mati walaupun telah di masak juga bisa terkontaminasi bakteri.

Es Degan Ijo sendiri berfungsi untuk menetralisir alergi terhadap kerang. Itu sebabnya makanan khas Pasuruan lontong kupang, sate kerang selalu di sajikan dengan Es Degan ijo di Pasuruan. Kandugan air degan ijo seperti asam amino, protein, karbohidrat sederhana dan juga unsur mikro seperti mineral dan vitamin memiliki banyak manfaat lainnya antara lain :

1. Air degan ijo mengandung zat anti racun atau disebut tannin yang tinggi.
Untuk mengobati demam tinggi dan mengobati panas dalam demam berdarah. Dengan memperbanyak meminum air degan ijo maka penderita demam berdarah bisa mengalami kenaikan trombosit.

2. Untuk melancarkan pencernaan bagi penderita cacingan, muntaber, disentri dan diare

3. Menyembuhkan infeksi lambung dan dehidrasi. Air degan ijo juga bermanfaat untuk mengganti cairan yang hilang selepas berolahraga. Menghindari dehidrasi yang mengakibatkan lemahnya fungsi organ tubuh bisa di bantu dengan mengkonsumsi air degan ijo. Mineral didalam air degan ijo sangat dibutuhkan untuk

4. Mengganti ion tubuh sehingga tubuh merasa segar kembali.

Gurihnya Ikan Lempuk Khas Pasuruan

Ibu Isrina yang mempromosikan Ikan Lempuk
SURYA Online, PASURUAN - Bentuknya kecil menyerupai ikan teri dengan panjang sekitar 2-3 cm. Masyarakat di Pasuruan biasa menyebutnya ikan lempuk. Bila digoreng, rasanya renyah dan gurih. Sangat cocok untuk teman makan, pengganti kerupuk.

Isrina Khasanah (39), perempuan berjilbab ini sudah sekitar sepuluh tahun yang lalu, mempopulerkan ikan lempuk yang kini menjadi oleh-oleh khas pasuruan. Konon ikan yang hidup di air tawar ini hanya bisa ditemukan di ranu (danau) Grati, Kabupaten Pasuruan.

Ditemui di tokonya Nila Karya, yang berada di Jalan Pahawan Ranuklindungan Grati, Kabupaten Pasuruan, Isrina bercerita tentang awal mula ia merintis usahanya. Ia menuturkan, semula ia melihat ikan Lempuk yang dipasarkan di Pasar Grati belum diolah dengan maksimal.

Padahal, saat itu dirinya mengetahui bahwa ikan lempuk mempunyai nilai jual karena ikan tersebut hanya bisa ditemukan di Kecamatan Grati. "Biasanya hanya digoreng biasa, kalau enggak dipepes atau dipeyek saja," kata Isrina saat berbincang dengan Suryaonline, Jumat (3/5/2014) sore.

Akhirnya, ia mencoba melakukan eksperimen kecil-kecilan. Ia mencoba, agar lempuk bisa diolah menjadi kering, higienis, dan bisa tahan lama. Pasalnya, lempuk kering yang biasa dijual di pasar, hanya mampu bertahan seminggu. Selain itu, lempuk kering yang dijual di pasar kurang bersih.

"Biasanya, kalau yang dijual di pasar hanya tahan seminggu karena dikeringkan dengan cara dijemur. Lalu saya coba keringkan dengan oven, ternyata bisa tahan sampai satu tahu," terangnya.

Dulu, kata Isrina, ia sempat membina beberapa para penjual ikan lempuk yang biasa berjualan di pasar, agat menjual ikan lempuk dalam bentuk yang lebih menarik, dan lebih bersih. Pada 2008 para penjual di pasar menjual ikan lempuk basah yang belum diolah dengan harga Rp 5000 per kilo.

Setelah diolah, menjadi kering dan berbentuk kepingan bulat, ia beli Rp 250 per keping. Ikan lempuk yang baru melalui proses pengeringan lewat penjemuran itu, harus ia oven kembali sebelum digoreng dan dijual.

"Waktu tahun 2008 masih murah, harganya Rp 5000 per kilo. Satu kilo lempuk, bisa jadi 30 keping, atau Rp 7500. Jadi satu kilo mereka bisa mengambil untuk Rp 2500," terangnya.

Perempuan yang pernah mendapat Juara Ketiga Kategori Usaha Pemula Kelompok Makanan dan Minuman, Sampoerna Award 2013 ini menuturkan dari sepuluh penjual ikan lempuk, kini hanya tinggal satu orang. "Dulu ada sepuluh orang yang saya ajari (bina), namun kini tinggal satu orang yang masih konsisten," pungkasnya.

Selain membina para penjual ikan lempuk, ia juga mengajak para pembuat kerupuk di sekitar rumahnya untuk membuat rambak (kerupuk) lempuk. Bila biasanya rambak tanpa lempuk dijual dengan harga Rp 13.000, kini bisa dijual Rp 18.000 setelah dimodifikasi dengan tambahan ikan lempuk.

Ditangan Isrina, ikan lempuk mentah diolah menjadi beragam jenis oleh-oleh. Di antaranya, lempuk krispy, dan rambak lempuk. Untuk lempuk Crispy ia jual dengan harga Rp140.000 /1kg, sedangkan Rambak Lempuk Rp 45.000 /1kg, dan untuk Lempuk Kering per kota yang berisi 20 lembar (keping) dijual Rp 27.000.

Isrina mengatakan, saat ini oleh-oleh berbahan dasar ikan lempuk buatannya sudah banyak dikenal. Ia sudah kerap mengikuti pameran di beberapa daerah, di antaranyta Jakarta, Batam, Surabaya, bahkan pernah dipamerkan ke Malaysia.

Dalam sehari ia bisa menjual lempuk krisppy sebanyak 2 kg. Sedangkan rambak atau kerupuk lempuk dalam sehari bisa laku 5-6 kg, dan untuk lempuk kering dapat menjual 100 bungkus / perbulan. Isrina mengaku, banyak konsumen yang ingin membeli ikan lempuk dalam partai besar untuk dijual kembali.

"Dulu pernah ada orang dari Jepang, dia minta untuk dikirim 50kg per minggu lempuk kering. Tapi karena ikan lempuk dari para pengepul terbatas, saya nggak berani. Akhirnya saya tolak," terangnya.

Ia mengaku bila kemampuan produksinya masih terbatas, karena sulitnya mendapatkan ikan lempuk. Pada saat musim ikan lempuk, kemampuan produksinya hanya 500 lembar (keping) lempuk kering per hari atau seberat 3 kg sudah dalam bentuk kering. Jumlah produksinya berkurang apabila sedang tidak musim atau bahan sulit didapat.

Dia mengatakan, ikan lempuk banyak digemari karena memiliki rasa yang gurih dan tidak amis. Selain itu, berdasarkan uji lab yang pernah dilakukan oleh Universitas Brawijaya, ikan lempuk mengandung kadar protein hingga 57,599 persen.

"Kalau ikan teri kan amis dan asin, karena dari laut, jadi asin. Kalau ikan lempuk gurih, tidak terlalu asin. Cocok untuk lauk makan," jelasnya.

Ia menuturkan, dari para nelayan atau pencari ikan, ia membeli ikan lempuk yang masih basah seharga Rp 30.000/ kg pada saat sedang musim. Namun, pada saat tidak musim harga ikan lempuk basah bisa naik menjadi Rp 35.000 / kg.

Dikatakannya, musim ikan lempuk biasanya hanya terjadi empat bulan, setelah itu ikan lempuk agak sulit didapatkan. Empat bulan kemudian, ikan lempuk kembali mudah didapat atau musim kembali.
Pada saat musim, satu orang nelayan atau pencari ikan bisa mendapat 10 kg / hari, namun bila tidak sedang musim, 1 orang paling banyak hanya bisa mendapat 0,5 kg / hari.

"Musim lempuk biasanya pada waktu musim hujan.
Empat bulan musim, terus empat bulan berikutnya nggak ada, empat bulan kemudian ada, dan seterusnya," ucapnya.

Isrina menuturkan, kendala utama bisnis yang ditekuninya yaitu pada ketersediaan bahan. Ia khawatir, ikan lempuk akan punah dan susah untuk didapatkan apabila tidak ada perhatian dari pemerintah setempat. Dia bercerita, selain ikan lempuk, dulu ranu Grati banyak terdapat udang, ikan wader, dan ikan bekepek. Namun, kini sudah tidak dapat lagi ditemukan di ranu grati.

"Dulu di ranu Grati itu banyak udang kecil-kecil, ikan wader, bekepek, sekarang sudah tidak ada lagi," keluhnya.

Ia khawatir, ikan lempuk, yang menjadi sumber penghidupannya itu akan punah. Dirinya sendiri, sudah melakukan beberapa upaya agar habitat ikan lempuk di Ranu Grati tetap terjaga. Di antaranya dengan mengimbau kepada para pencari ikan agar tidak menggunakan setrum (listrik) untuk menangkap ikan. Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada warga sekitar Ranu Grati untuk tida membuang sampah atau kotoran ke dalam danau.

Isrina menambahkan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupupaten Pasuruan sebenarnya sudah berusaha untuk membudidayakan ikan lempuk, namun hingga kini belum berhasil. Ikan endemik ini hanya bisa berkembang biak di habitat aslinya.

"Dulu, sudah pernah dibawa ke Danau Ranu Klakah, Lumjang, tapi tidak berhasil (berkembang biak)," imbuhnya.

Ia berharap, agar kelangsungan habitat ikan lempuk di Ranu Grati mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Selain itu, masyarakat di sekitar Ranu Grati juga diharapkan ikut menjaga ekosistem di Ranu Grati, yang kini telah tercemar. Sebab, olahan ikan Lempuk bisa merupakan ikon atau oleh-oleh khas yang bisa dibawa para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Ranu Grati, Kabupaten Pasuruan.

Mak Jum, Penjual “Kupang Pasuruan” ini Raup Jutaan Setiap Bulannya

Berawal dari Modal Kecil

Mak Jum Penjual Kupang Pasuruan
Mungkin kebanyakan anda tidak tahu apa sebenarnya “kupang” karena jujur saya pun baru tahu jika ikan kecil yang sering ditemukan di lautan ini dinamakan kupang. Berawal dari modal kecil berupa kupang yang diambilnya dari para nelayan di pesisir Lekok-Pasuruan, Mak Jum menerapkan resep kupang. Kalau sepenglihatan saya, kupang ini sejenis ebi tapi yang belum diawetkan.

Campuran cabe rawit yang diuleg bersama bawang putih dan kadar pedasnya dapat disesuaikan dengan selera ini dicampur dengan lontong. Selanjutnya, kupang dan bumbu yang terbuat dari campuran air kupang, petis juga gula merah ikut menambah rasa lezat. Selanjutnya, ditutup dengan campuran tahu goreng serta lento-sejenis kacang tolo tumbuk goreng-dan ditaburi perasan jeruk nipis. Wow…kombinasi hebat menurut saya. Tambahan lagi, sate kerang selalu menemani satu porsi kupang. Resep kecil itulah yang menjadi daya tarik tersendiri dan membuat orang penasaran ntuk mencoba kupang.



Ketika tanyakan resep larisnya, dengan rendah hati Mak Jum hanya berucap “Ah…biasa aja mba. Cuma 150 piring perharinya”. Padahal, satu piring bisa dibrandol minimal 8 ribu rupiah karena biasanya ada yang suka menambahkan dengan sate kerang. Nah…coba saja kalikan 150 dengan 8 ribu maka anda mendapatkan hasil 1,2 juta perharinya. Saya yang cepat menghitung pun hanya terperanga

“Wah…banyak dong Mak tiap hari dapat duitnya”

“Alhamdulillah mba…dibagi-bagi ama lainnya”

Memang, tidak jauh dari warung Mak Jum ini ada sebuah gerobag kelapa muda yang menjadi paket pelengkap jika anda makan kupang. Konon, katanya sih si degan ini dapat menjadi penawar racun dari kupang. Wow…jawaban seorang Mak Jum yang sangat rendah diri dan walau sudah mendapatkan banyak keuntungan, beliau tetap mempertahankan warung kecilnya dan tidak berencana untuk membuka cabang atau memperbesar warungnya.

“Gak mau bangun warung lagi Mak?”

“Gak dulu mba….begini saja karena dari dulu sudah khasnya begini” sambil senyum malu-malu kucing.

Dan akhirnya saya menikmati kupang dengan penuh rasa suka. Wow….kepala saya masih berpikir jika keuntungan bersih Mak Jum 500 ribu saja maka dalam sebulan gaji beliau bisa lebih besar daripada gaji dokter, apalagi PNS.

Nasi Punel


Pulen

Punel artinya sama dengan Pulen. Nasi yang matangnya pas. Tidak terlalu kering. Tidak terlalu lembek. Konon, nasi punel berasal dari beras pada umumnya. Bedanya hanya dari cara memasaknya. Dari informasi teman yang domisili di Bangil, agar nasinya pulen, maka beras yng sudah dicuci bersih direndam dengan air panas. Lima belas sampai duapuluh menit. Baru kemudian ditanak seperti biasanya.

Jika nasi sudah matang, nasi segera diangkat dan dipindahkan ke wadah terbuka. Lalu nasi yang masih panas didinginkan dengan dikipas-kipas. Sesekali nasinya diaduk-aduk (diuleni), sehingga agak menggumpal. Jadi tidak dibiarkan begitu saja. Cara inilah yang konon bisa menjadikan nasi putih di Bangil ini benar-benar bertekstur lembut. Pulen !

Khas Bangil

Nasi Punel hanya dijumpai di Bangil. Awalnya merupakan nasi yang dijajakan oleh penjualnya keliling kampung. Karena peminat dan penikmatnya terus meningkat maka beberapa penjual akhirnya mendirikan depot Nasi Punel di pinggir jalan utama Bangil. Ada depot Setia Budi di Timur Stasiun Bangil. Depot Nasi Punel Hj. Lin di Jalan Jaksa Agung Suprapto, depan Masjid Manarul. Nasi Punel Putri Bu Nik, serta Nasi Punel Spesial Bu Dahlia, di Latek, Bangil Timur.


Rawon Nguling

RAWON NGULING



Rawon adalah masakan khas Jawa Timur yang bumbu utamanya adalah kluwek. Dalam bahasa Betawi, kluwek disebut pucung. Rawon disajikan dengan sambal cabe, irisan bawang, serta tauge. Rasanya yang gurih membuat banyak orang ketagihan masakan ini.
Maka, tak heran bisnis makanan dengan menu rawon mendatangkan untung lumayan. Salah satu yang sudah punya nama melegenda adalah Rumah Makan Rawon Nguling di perbatasan Pasuruan dan Probolinggo. Kini, Rawon Nguling juga sudah bisa dinikmati di beberapa kota.
Berawal pada 1940, dari sebuah kedai kecil yang semula hanya melayani para petani setempat, kini gerai Rawon Nguling sudah menyebar di banyak daerah. Sebut saja Surabaya, Sidoarjo, Malang, Pandaan, dan Jakarta.

Saat ini, Rawon Nguling memiliki delapan gerai yang dikelola langsung generasi penerus Mbah Karyorejo, perintis Rawon Nguling. Pemilik Rawon Guling ingin gerainya kian menyebar ke lebih banyak tempat. Makanya sejak pertengahan 2008, mereka menawarkan lisensi merek.
Sampai saat ini, memang belum ada satupun mitra yang sudah membuka gerai Rawon Nguling, Tapi menurut Suprayitno, generasi kelima pemilik Rawon Nguling, dua bulan lagi ada 8 calon mitra yang bakal akan membuka gerai.

Nama Jadi Jaminan
Rawon Nguling menawarkan tiga jenis paket lisensi. Perbedaan ketiga paket ini adalah luas tempat usaha atau daya tampung usaha. Paket pertama adalah paket rumah makan atau restoran dengan investasi Rp 200 juta. Kedua, paket rumah toko (ruko) atau mini restoran senilai Rp 150 juta. Ketiga, paket food court senilai Rp 100 juta.

Nilai investasi ketiga paket ini belum termasuk biaya sewa tempat, renovasi ruangan, dan peralatan. Bila memasukkan komponen itu, total investasi restoran berkisar Rp 755 juta, paket kedua Rp 607 juta, dan paket ketiga Rp 480 juta. Ikatan kerjasama ketiga paket selama lima tahun.
Investasi lisensi Rawon Nguling ini lumayan mahal. Namun kata Suprayitno, popularitas yang sudah puluhan tahun menjadi nilai jual usaha ini. “Kami juga tetap pertahankan kualitas rasa rawon secara tradisional,” ujarnya.

Karena menerapkan sistem lisensi, tak ada royalty fee. Namun, untuk standardisasi rasa, mitra harus membeli bumbu dasar rawon seharga Rp 90.000 per kilogram dan daging empal seharga Rp 7.500 per potong dari pusat. “Rawon kami harus memakai daging empal dari daerah Probolinggo,” kata Suprayitno.

Harga jual Rawon Nguling Rp 15.000- Rp 22.000 per porsi. Marjinnya 30 persen-45 persen.
Suprayitno menjanjikan, mitra bisa balik modal antara 22-24 bulan alias dua tahun. Untuk paket rumah makan misalnya, dengan asumsi pendapatan kotor Rp 6 juta – Rp 8 juta per hari, balik modal akan terjadi pada bulan ke-24. Paket ruko, dengan asumsi omzet Rp 4,5 juta – Rp 6 juta per hari, balik modalnya pada bulan ke-22. Sedang untuk paket food court, si mitra akan balik modal di bulan ke-24 bila jika berhasil membukukan omzet minimal Rp 3,5 juta per hari.

Menurut Suprayitno, target balik modal itu tidak sulit dicapai. Contoh, cabang Rawon Nguling yang buka Desember 2008 lalu di kawasan Cikajang, Jakarta Selatan, mampu mencetak penjualan sekitar Rp 4 juta – Rp 6 juta per hari. “Paling sepi, omzetnya Rp 4 juta,” kata Suprayitno. Jumlah pengunjungnya 100-200 orang per hari. “Penjualan kami di Probolinggo jauh lebih tinggi lagi. Minimal kami dapat Rp 14 juta per hari,” imbuh Suprayitno.


Lontong Balap

Lontong Balap


Selain Kupang, makanan khas Kota Pasuruan yang dapat Anda temukan di Jl. Ir Juanda adalah Lontong Balap Bumbu Kuning.

Jika sebelumnya Anda sudah pernah mendengar atau bahkan mencicipi Lontong Balap Surabaya, makanan khas Pasuruan yang satu ini memiliki bumbu yang sangat berbeda.

Irisan lontong, tauge dengan kuah bumbu kunyit, daun jeruk purut, bawang putih, lento, dan bumbu petis ini semakin menambah rasa segar makanan ini. Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau.
Hanya dengan Rp7.000 per porsi, Anda sudah dapat menikmatinya.

Rasa segar dari bumbu petis menjadi semakin menggugah selera jika ditutup dengan minuman jeruk hangat yang hanya dibanderol dengan harga Rp3.000 per gelas.

Bagi sebagian orang yag tidak tawar dengan Kupang Sate Kerang bisa menikmati makanan khas lainnya yaitu lontong balap berkuah kuning yang terbuat dari taoge dengan bumbu kunyit , daun jeruk purut, bawang putih. Lebih nikmat dihidangkan dengan irisan lontong , lento dan petis, bagi penikmat rasa pedas bisa ditambahkan beberapa cabe rawit



Tempat Kuliner

Tempat Kuliner


1. Soto Ayam Cemara
letaknya di Jl.cemara kota pasuruan. Di warung ini kita tidak akan menyesal dan juga pasti puas. Sotonya sangat mak nyus dan top markotop.

2. Rumah Makan Cairo
di Jl. Untung Surapati no. 7 Bangil. Letaknya dekat dengan sebuah jembatan di kota bangil, jika anda dari arah surabaya pasti lewat di depan warung ini dan tidak ada salahnya anda mampir. Disini tersedia berbagai menu diantaranya Sate Ayam & Kambing, Gule, Kare, Soto, Rawon, Krengsengan, dan masih banyak lagi.

3. Lesehan Djawa Dwipa
Letaknya di Jl.Jambu tembusan Pasar Baru-KebonWaris Pandaan. Warung ini banyak di kunjungi oleh orang-0rang yang sedang dari atau mau ke malang. tempatnya bagus banget, sejuk, nyaman, parkir luas. Selain fasilitas di atas, yang tidak kalah pentingnya adalah menu yang di sajikan juga top markotop ayam bakarnya gurih, bumbunya merasuk banget. Guraminya juga enak. Di sini juga ada beras kencur dan yang paling penting adalah harganya sangat “bersahabat”.

4. Siomay dan Batagor depan Alun-alun Bangil
Saya lupa nama aslinya, yang jelas tepatnya di dekat alun2 bangil dan di depan kantor pengadilan agama. Kalau dari arah probolinggo kiri jalan.di sini siomay dan batagornya enak bgt walaupun hanya pedagang kaki lima. Selain siomay dan batagor kita juga bisa menikmati es campur dan juga es degan.

5. Warung Pak Soleh
Letaknya di Dekat Pasar Pandaan. Disini ayam goreng dan bakarnya juara bgt. Selain menu yang juara makan disini juga sangat nyaman, suasana sejuk dan juga asri.
kalo rawon ada 3 yg terkenal, Sarinah, Saminah, dan Sakinah. bingung kan mirip2? hehe. RM Sarinah di Jl Pahlawan, Pasuruan. Rawon Saminah di Jl veteran. rawon sakinah di Jl RA Kartini No 80,Bangilan Pasuruan. Rawon sarinah rasanya memang lumayan, tapi rawon sakinah, lebih superior dari segi kemantapan rasa dan penyajian. Apalagi dengan adanya tambahan sajian sate komoh yaitu sate dari daging sapi berukuran besar yang mirip empal berbumbu basah yang diakhiri dengan membakarnya sebentar di atas bara arang.

6. Kupang Keraton Bu Ning, Pasar Kraton
selain kupang, ada sate kerang, tahu goreng dan lentho. Lentho adalah sejenis gorengan yang terbuat dari kedelai (kacang tolo) dan parutan singkong, serta kelapa. Sangat nikmat dan patut dicoba. Apalagi harganya sangat terjangkau.

7. Rawon Nguling
Rawon Nguling di desa tongas perbatasan Pasuruan - Probolinggo. Ini sih Rawon yg sudah sangat melegenda.

8. RM. Tengger
Terletak di Jl Raya Pasuruan - Probolinggo, pinggiran kota Pasuruan. Rumah makan dengan sajian baik dan sangat bersih toiletnya. Barang kita yang ketinggalan pasti disimpan. Menu yang patut dicoba adalah rawon dengkul sapi, nasi pecel dan sop buntut. Kopi tubruknya cocok untuk penikmat kopi.

9. Punel Bangil

Nasi Punel hanya dijumpai di Bangil. Awalnya merupakan nasi yang dijajakan oleh penjualnya keliling kampung. Karena peminat dan penikmatnya terus meningkat maka beberapa penjual akhirnya mendirikan depot Nasi Punel di pinggir jalan utama Bangil. Ada depot Setia Budi di Timur Stasiun Bangil. Depot Nasi Punel Hj. Lin di Jalan Jaksa Agung Suprapto, depan Masjid Manarul. Nasi Punel Putri Bu Nik, serta Nasi Punel Spesial Bu Dahlia, di Latek, Bangil Timur.

Jawa Dwipa Resort

Rumah Makan Kairo

Kupan Kraton Bu Ning

Nasi Punel B. HJ Lin